bahar dan istrinya tinggal hanya berjarak 3 rumah dari rumah pak rasyid. istri bahar terlihat tengah sibuk mempersiapkan berbagai keperluan untuk keberangkatan bahar esok hari. bahar akan menunaikan ibadah umroh. ini adalah bagian dari kisah hidupnya yang tidak pernah ia bayangkan. bahar datang pertama kali ke desa ini, hanya dengan 2 helai pakaian yang terbungkus sarung. ia keras bertekad mendatangi negeri ini untuk mencari pekerjaan. dan orang pertama yang memberikannya pekerjaan adalah pak rasyid. bahar bekerja di ladang pak rasyid dan mengurus beberapa ternak pak rasyid sehingga pak rasyid pun memberikan bahar tempat untuk tidur. selain bekerja di ladang pak rasyid, bahar juga menerima upah di ladang warga lain. berkat kerja keras dan ketekunan nya, ia akhirnya memboyong keluarga nya ke negeri ini. ia menabung dan membeli sepetak lahan untum ia mendirikan rumah sederhana. anak-anak nya lahir dan tumbuh di negeri ini. saat ini anak tertuanya yg bersekolah di sekolah kejuruan telah berhasil membuat alat sederhana yg sangat membantu petani dalam proses pengolahan ubi menjadi opak. tahun depan, ismed anak bahar, akan melanjutkan pendidikan nya di universitas melalui program beasiswa.
ismed mendekati ayah nya, " pak doakan saya bisa membangun negeri ini nanti y pak,negeri ini telah memberi banyak pada kita, saya berjanji akan kembali ke sini nanti "
bahar mengusap kepala ismed sambil mengangguk
Kamis, 23 Maret 2017
Bahar
Pak Rasyid
di sisi lain negeri ini, pak rasyid tengah memandangi foto ka'batullah. beliau sangat ingin mengunjungi tempat dimana Rasulullah pertama kali menyebarkan agama kebaikan. terlihat mata nya basah, diam-diam istrinya mengamati dari dapur. pak rasyid memiliki 2 orang anak, 1 laki-laki dan 1 perempuan. keduanya telah berkeluarga, yang perempuan hidup di desa sebelah dengan keluarganya dan sekali seminggu berkunjung ke rumah orang tua nya. sedangkan anak beliau yg laki-laki, Harun, telah memilih tinggal di kota. harun memiliki latar belakang pendidikan sebagai sarjana pertanian, dan itu adalah impian pak rasyid. beliau sangat ingin harus menjadi sarjana pertanian, yang nantinya akan membantunya mengelolala lahan pertanian mereka dan pertanian di desa. pak rasyid telah membayangkan harun akan membuat desa mereka lebih maju lagi. tapi kenyataan berkata lain, begitu menyelesaikan pendidikannya, harun lebih tertarik menjadi bankir dan hidup di kota. sehingga untuk mengelola ladang mereka pak rasyid mengupah bahar.
Ujang
alkisah di suatu negeri...
malam telah merambat naik, binatang malam mengeluarkan suara bersahutan, seakan memuji indah nya rembulan malam itu.
jam dinding di salah satu rumah warga mengarah pada angka 9 dan jarum yg lebih panjangnya tepat menunjuk pada angka 6. seorang lelaki masih duduk di beranda rumahnya, menghisap dalam sebatang rokok. warga memanggilnya Ujang. di dalam rumah Isah, istri Ujang tengan memarut singkong untuk bahan baku membuat opak. di tengah rumah anak-anak mereka telah terlelap dalam mimpi yang indah. kamar di rumah itu hanya 2, sehingga anak lelaki mereka yang berjumlah 3 orang harus rela tidur di ruang tengah. ujang dan keluarganya menghuni rumah yang sangat sederhana, berdinding helaian bambu berlantaikan coran semen kasar. perabot yang tampak hanya meja kayu tua, dan televisi yg sudah usang. padahal dulu ujang adalah anak juragan beras di negeri ini. ayah nya memiliki berhektar sawah dan 3 ricemilling. setelah ayah ujang meninggal, ujang dan 5 orang saudaranya yang lain membagi harta warisan orang tuanya. ujang yang tidak terbiasa hidup susah dan bekerja keras, mendapat tawaran dari developer yang akan membangun perumahan. ujang hanya membayangkan akan memperoleh uang yang banyak dari hasil penjualan sawah nya. sehingga hanya tersisa 1 petak ladang tempat tinggalnya saat ini. setelah uang hasil menjual sawah habis, sekarang ujang hanya bekerja serabutan, sedangkan istrinya berjualan opak.
Minggu, 19 Maret 2017
Feeling
Sudah beberapa hari libur nulis. Mau dicoba untuk konsisten, tapi kadang ide muncul di saat tidak tepat seperti di kamar mandi 😏.
Pernahkah anda mengalami dengan pasangan atau orang-orang terdekat anda keinginan yang sama?
Keinginan yang awalnya hanya dalam bentuk rencana seperti "besok pagi sarapan nya madi goreng ah, udah lama ga bikin"
Tiba-tiba pasangan anda berkata,"besok bikin nasi goreng ya bun"
Bagi yang dilanda asmara yang belum mendapat legalitas, yang bukan hanya dalam selembar kertas, kalau tiba-tiba memiliki ide yang sama itu seharian bibirnya merekah, alias senyum-senyum sendiri. Contohnya seperti tiba-tiba mengenakan pakaian dengan yang warna sama, langsung keluar gombalan dari prianya, "ternyata kita emang jodoh ya" Kalau jodoh langsung lamar ya bro 😁
Dalam berumah tangga, sering ide-ide itu muncul bersamaan. Beberapa diantaranya mungkin peran alam membuat kekuatan pikiran kita menjadi tertransfer ke sekeliling. Tapi lebih tepatnya ide tersebut sering bersamaan, karena kita sudah sangat memahami seperti apa pasangan hidup kita. Sehingga tanpa disadari ide, gerak tubuh, tatapan adalah bentuk komunikasi lain antara pasangan yang tidak melulu terucap secara lisan.
Sudah berapa lamakah anda menikah? seberapa jauhkah anda memahami pasangan anda?
Terkadang terlihat sangat miris, usia pernikahan yang telah melewati lebih dari 5 tahun, harus diakhiri dengan perpisahan. Dan itu hanya disebabkan tidak pernah ada keinginan untuk saling mencari tahu keinginan pasangan. Sebagian besar beralasan dengan," ga pernah sih diomongin, mana yang aku suka atau ga" atau "susah banget diajak komunikasi"
Mungkin perlu lagi diasah bagaimana membangun "feeling" yang sama, agar kembali merasakan, bahwa dia memang jodoh kita. Dan ini setiap orang pasti punya cara yang sama, tapi bagi saya mungkin untuk menjaganya dengan doa. Doa yang kita panjatkan tulus untuk pasangan kita, apapun itu.
"Feeling" ini terkadang juga timbul dengan orang-orang yang mungkin kita sebenarnya dekat tapi kadang tidak terasa. Beberapa hari yang lalu saya tiba-tiba ingat seorang teman, tapi ada saja halangan untuk memulai komunikasi. Setelah ada kesempatan menghubungi, terdengar kabar bahwa anak mereka sakit dan di opname. Sedih rasanya, begitu Dia menggerakkan hati untuk menghubungi tapi tidak dilakukan ternyata pada saat itu teman mungkin sedang membutuhkan kita, minimal sebagai pendengar. Jika memang sedang benar-benar tidak ada kesempatan bersilaturahmi, doakan mereka, bukankah mendoakan ornag lain yang mereka tidak mengetahuinya suatu kebaikan.
Ini merupakan proyek 1 hari 1 cerita, ide saya kali ini sepertinya sedikit berantakan. Semoga pembaca tetap paham apa yang ingin saya sampaikan 😊
#1hari1cerita
Sabtu, 11 Maret 2017
Publik Figur
public figur saat ini bukan hanya orang yang terpandang atau tersohor saja. di dunia maya (bukan nama orang yah...😁 ) atau medsos itu banyak yg udah jadi publik figur. cara melihatnya, dari jumlah jempol tiap postingan atau jumlah followernya.
saya suka baca tulisan-tulisan mereka, walau sebagian besar bukan penulis buku, karena tulisan mereka memberi pemikiran baru dan ilmu baru bagi saya.
sesuai dengan kebutuhan saya saat ini, saya tertarik dengan tulisan seputar istri, ibu dan resep masakan (kalau resep masuk tulisan ga ya, tapi sebagian juga menyelipkan cerita diantara resep-resep mereka). Ada juga tulisan-tulisan seputar dunia penjualan atau yang paling ringan joke-joke dari keadaan saat ini.
saya berika apresiasi untuk orang-orang yang mampu merangkai kata menjadi tulisan yang bermakna bahkan menginspirasi. menulis bukanlah perkara yang mudah, karena tulisan tanpa ekspresi. hanya melalui cara kita menulis saja orang mampu menebak seperti apa sebenarnya gaya berekapresi sang penulis. bahkan terkadang saat tulisan itu mengandung lelucon tapi pembaca menangkapnya sebagai amarah (kok bisa ya...bisa aja kalau yang baca lagi baperan hehehehe).
mirisnya lagi, tulisan-tulisan yang bersliweran di media sosial, tingkat penyebarannya lebih cepat dari pelari sprint. pada saat pertama postingan dalam waktu 30 detik tanda jempol telah muncul sebanyak 1000 dan itu berasal dari berbagai penjuru. setelah itu, dalam waktu 60 detik, tulisan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 500 kali. dan disaat dibagi ulang, tidak satupun yang mencantumkan nama penulis. pada keesokan harinya tulisan tersebut telah menjadi "milik beberapa nama"
sangat disayangkan ya, orang lain yang berusaha menumpahkan ide, beberapa orang yang tidak terlibat tinggal menyelipkan nama, sebagai pengakuan itu hasil karyanya. Jika kita pernah berbuat demikian, segeralah koreksi, jika ingin menulis, mulailah dari yang sederhana.
di sisi lain, publik figur ini, terbawa arus tanpa mengkoreksi atau mencoba menelaah dari berbagai sumber. seperti euforia pilkada beberapa hari yang lalu, atau beberapa kasus yang sedang berkembang. beberapa diantara mereka mencoba berkebepihakan. itu wajar dan hak mereka, tapi bagi kami pembaca sering menemukan keberpihakan itu terkadang memberikan statement negatif kepada pihak lainnya. menuliskan sesuatu yang tidak disukai, jabarkanlah dengan jelas dan logis, dengan pernyataan yang jelas, dan dengan bukti yang aktual. sangat disayangkan saat menemui tulisan mereka yang terbawa arus untuk menghujat dan menghakimi, karena akan mempengaruhi pola pikir follower yang sudah terlanjur jatuh cinta.
ini bisa dibilang curhatan saya sebagai pembaca, dan sedang mencoba mengikuti program menulis 1 hari 1 cerita.