public figur saat ini bukan hanya orang yang terpandang atau tersohor saja. di dunia maya (bukan nama orang yah...😁 ) atau medsos itu banyak yg udah jadi publik figur. cara melihatnya, dari jumlah jempol tiap postingan atau jumlah followernya.
saya suka baca tulisan-tulisan mereka, walau sebagian besar bukan penulis buku, karena tulisan mereka memberi pemikiran baru dan ilmu baru bagi saya.
sesuai dengan kebutuhan saya saat ini, saya tertarik dengan tulisan seputar istri, ibu dan resep masakan (kalau resep masuk tulisan ga ya, tapi sebagian juga menyelipkan cerita diantara resep-resep mereka). Ada juga tulisan-tulisan seputar dunia penjualan atau yang paling ringan joke-joke dari keadaan saat ini.
saya berika apresiasi untuk orang-orang yang mampu merangkai kata menjadi tulisan yang bermakna bahkan menginspirasi. menulis bukanlah perkara yang mudah, karena tulisan tanpa ekspresi. hanya melalui cara kita menulis saja orang mampu menebak seperti apa sebenarnya gaya berekapresi sang penulis. bahkan terkadang saat tulisan itu mengandung lelucon tapi pembaca menangkapnya sebagai amarah (kok bisa ya...bisa aja kalau yang baca lagi baperan hehehehe).
mirisnya lagi, tulisan-tulisan yang bersliweran di media sosial, tingkat penyebarannya lebih cepat dari pelari sprint. pada saat pertama postingan dalam waktu 30 detik tanda jempol telah muncul sebanyak 1000 dan itu berasal dari berbagai penjuru. setelah itu, dalam waktu 60 detik, tulisan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 500 kali. dan disaat dibagi ulang, tidak satupun yang mencantumkan nama penulis. pada keesokan harinya tulisan tersebut telah menjadi "milik beberapa nama"
sangat disayangkan ya, orang lain yang berusaha menumpahkan ide, beberapa orang yang tidak terlibat tinggal menyelipkan nama, sebagai pengakuan itu hasil karyanya. Jika kita pernah berbuat demikian, segeralah koreksi, jika ingin menulis, mulailah dari yang sederhana.
di sisi lain, publik figur ini, terbawa arus tanpa mengkoreksi atau mencoba menelaah dari berbagai sumber. seperti euforia pilkada beberapa hari yang lalu, atau beberapa kasus yang sedang berkembang. beberapa diantara mereka mencoba berkebepihakan. itu wajar dan hak mereka, tapi bagi kami pembaca sering menemukan keberpihakan itu terkadang memberikan statement negatif kepada pihak lainnya. menuliskan sesuatu yang tidak disukai, jabarkanlah dengan jelas dan logis, dengan pernyataan yang jelas, dan dengan bukti yang aktual. sangat disayangkan saat menemui tulisan mereka yang terbawa arus untuk menghujat dan menghakimi, karena akan mempengaruhi pola pikir follower yang sudah terlanjur jatuh cinta.
ini bisa dibilang curhatan saya sebagai pembaca, dan sedang mencoba mengikuti program menulis 1 hari 1 cerita.
Sabtu, 11 Maret 2017
Publik Figur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar