Kamis, 23 Maret 2017

Ujang

alkisah di suatu negeri...
malam telah merambat naik, binatang malam mengeluarkan suara bersahutan, seakan memuji indah nya rembulan malam itu.
jam dinding di salah satu rumah warga mengarah pada angka 9 dan jarum yg lebih panjangnya tepat menunjuk pada angka 6. seorang lelaki masih duduk di beranda rumahnya, menghisap dalam sebatang rokok. warga memanggilnya Ujang. di dalam rumah Isah, istri Ujang tengan memarut singkong untuk bahan baku membuat opak. di tengah rumah anak-anak mereka telah terlelap dalam mimpi yang indah. kamar di rumah itu hanya 2, sehingga anak lelaki mereka yang berjumlah 3 orang harus rela tidur di ruang tengah. ujang dan keluarganya menghuni rumah yang sangat sederhana, berdinding helaian bambu berlantaikan coran semen kasar. perabot yang tampak hanya meja kayu tua, dan televisi yg sudah usang. padahal dulu ujang adalah anak juragan beras di negeri ini. ayah nya memiliki berhektar sawah dan 3 ricemilling. setelah ayah ujang meninggal, ujang dan 5 orang saudaranya yang lain membagi harta warisan orang tuanya. ujang yang tidak terbiasa hidup susah dan bekerja keras, mendapat tawaran dari developer yang akan membangun perumahan. ujang hanya membayangkan akan memperoleh uang yang banyak dari hasil penjualan sawah nya. sehingga hanya tersisa 1 petak ladang tempat tinggalnya saat ini. setelah uang hasil menjual sawah habis, sekarang ujang hanya bekerja serabutan, sedangkan istrinya berjualan opak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar